Di era digital, makna hijrah juga menemukan bentuk baru. Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Kementerian Agama, Ismail Fahmi, mengajak masyarakat melakukan “hijrah jemari” dengan memanfaatkan media sosial sebagai ruang penyebaran ilmu, inspirasi, dan pesan-pesan yang menyejukkan.
Menurutnya, kedamaian tidak hanya dibangun melalui tindakan nyata di dunia fisik, tetapi juga melalui komunikasi yang santun, bertanggung jawab, dan penuh etika di ruang siber. Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat dituntut semakin bijak dalam menyampaikan pendapat maupun membagikan informasi.
Melalui momentum Muharam 1448 Hijriah, masyarakat diharapkan tidak hanya memperkuat kualitas spiritual, tetapi juga menumbuhkan komitmen untuk menghadirkan manfaat, mempererat persaudaraan, serta menebarkan kedamaian di lingkungan sosial maupun dunia digital. Sebab, hakikat hijrah adalah bergerak menuju kebaikan yang memberi makna bagi diri sendiri dan orang lain.|Sumber Kemenag RI


