Sebenarnya, lanjut Purwosusilo, Disdik DKI Jakarta telah menerbitkan surat edaran nomor 0061/SE/2023 tentang Tim Pencegahan dan Peneangan Kekerasan (TPPK) di lingkungan satuan pendidikan.
Keberadaan TPPK itu untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.Ia berharap keberadaan SE tidak hanya secara administratif saja, tetapi harus fokus dengan implementasi di setiap sekolah.
Nantinya TPPK masing-masing sekolah setiap istirahat ada yang monitor tempat-tempat tertentu yang memungkinkan anak-anak melakukan sesuatu yang tidak terpantau.
“Selain itu juga mendorong pserta didik untuk melapor jika mengalami intoleransi dan bullying, juga bila melihat orang lain di bullying. Maka siapkan kanan aduan sehingga bisa lebih mudah melakukan pemetaan,” ujarnya.
Hadir dalam hari pertama Sekolah Damai di SMAN 39 Jakarta ini Kasubdit Kontra Propaganda BNPT Kolonel Cpl Hendro Wicaksono, SH, M.Krim, Wakil Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaah Provinsi DKI Jakarta Purwosusilo M.Pd, dan Kepala Sekolah SMAN 39 Dra. Wahyu Murniningsih, M.Pd. Sebagai narasumber antara lain staf ahli BNPT M Suaib Tahir, Lc, MA, PhD, penulis dan pakar literasi HM Sofa Ihsan, mantan napiter Iqbal Husaini, dan Prof. Dr. Rena Latifa, M.Psi. (UIN Syarif Hidayatullah).
Hari kedua gelaran Sekolah Damai di SMAN 39 ini, diisi Workshop Siswa “Pelajar Cerdas Cinta Damai Tolak Intoleransi, Kekerasan, dan Bullying”. Juga akan digelar lomba melukis dan launching ekstra kurikuler oleh Duta Damai BNPT DKI Jakarta.
Hadir juga dai dan konten kreator kondang Habib Husein Ja’far Al Hadar.


