Rano menegaskan, Pemprov DKI terus memperkuat pengawasan kesehatan hewan kurban sekaligus meningkatkan kapasitas juru sembelih halal agar proses penyembelihan berjalan sesuai standar kesehatan dan syariat. Menurut dia, aspek kesehatan hewan, kelayakan daging, tata cara pemotongan, hingga kebersihan lingkungan harus menjadi perhatian bersama.
Selain pengawasan, jumlah hewan kurban yang disalurkan melalui Pemprov DKI Jakarta tahun ini juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 sebanyak 160 ekor sapi disalurkan, maka tahun ini meningkat menjadi 210 sapi dan 10 kambing.
Rano merinci, sebanyak 160 sapi berasal dari BUMD, 44 sapi dari Baznas Bazis, serta enam sapi dari HIPMI.
Terkait pengelolaan limbah kurban, Pemprov DKI juga memastikan pengawasan dilakukan di lokasi pemotongan untuk mencegah pembuangan limbah sembarangan, terutama ke saluran air dan sungai.
“Biasanya setelah penyembelihan dibuat lubang untuk menampung darah. Untuk limbah organ hewan umumnya dikubur di tempat pembuangan limbah. Pengawasan pasti ada,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, mengatakan pengawasan telah dilakukan sejak sebelum Iduladha, termasuk melalui koordinasi dengan daerah pemasok hewan kurban.
Menurut Hasudungan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh hewan yang masuk ke Jakarta dalam kondisi sehat dan bebas penyakit menular.
“Kami memastikan seluruh hewan yang masuk ke Jakarta bebas dari penyakit zoonosis seperti antraks, penyakit mulut dan kuku, orf, dan penyakit lainnya,” ujarnya.


