Dalam pelatihan tersebut, para kader Muslimat NU dibekali pengetahuan tentang gizi anak, kesehatan keluarga, dan edukasi bahaya kental manis untuk balita. Mereka juga mengikuti kunjungan lapangan guna berdialog langsung dengan masyarakat dan melihat kondisi gizi balita di wilayah prioritas.
“Kandungan gula pada kental manis sangat tinggi dan tidak cocok untuk balita, apalagi sebagai pengganti susu. Ibu-ibu harus paham bahwa pencegahan stunting dimulai dari asupan yang tepat sejak dini,” jelas Erna.
Kolaborasi untuk Generasi Sehat Cianjur
Kegiatan ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat dalam memperkuat gerakan pencegahan stunting. Melalui program Ibu Asuh Anak Terindikasi Stunting, Muslimat NU berupaya menghadirkan solusi nyata dari tingkat keluarga.
Dengan edukasi yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat Cianjur semakin sadar bahwa pemenuhan gizi seimbang dan lingkungan sehat dimulai dari rumah — demi melahirkan generasi yang lebih kuat dan sehat di masa depan.◾️Foto : Istimewa


