MAKASSAR, TERMINALNEWS.CO – Menyambut Hari Pahlawan, penting bagi generasi muda untuk menghayati betapa beratnya perjuangan para pahlawan bangsa dalam meraih kedaulatan Indonesia.
Pengorbanan para pahlawan yang harus dibayar dengan darah hingga nyawa, seharusnya tidak disia-siakan dengan membiarkan tumbuhnya pemahaman intoleransi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
Guru Besar UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Muh. Irfan Idris, M. Ag., menggarisbawahi pentingnya memaknai Hari Pahlawan dengan meneruskan perjuangan mereka di era digital.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya. Meskipun Indonesia telah merdeka, perjuangan menjaga kesatuan bangsa belum selesai. Mengingat ungkapan Soekarno, jika dulu musuh datang dari luar, maka kini tantangannya berada di dalam diri kita sendiri,” ujar Irfan, Kamis (7/11/2024).
Menurut Prof. Irfan, seluruh anak bangs harus menjadi pahlawan, bukan hanya bagi bangsa, tetapi juga bagi diri sendiri dalam mencapai kemerdekaan yang utuh baik secara fisik maupun non-fisik.
Terlebih lagi, saat ini generasi muda dituntut menjadi pahlawan dalam bentuk baru yang menghadapi tantangan lintas batas ruang dan waktu.
“Dunia digital itu tanpa batas, dua sisi, tinggal bagaimana anak-anak Gen Z kita ini dibekali pengetahuan agar tidak mengabaikan nilai-nilai positif dari teknologi. Menghargai jasa pahlawan juga berarti menggunakan teknologi untuk mempromosikan persatuan, kebersamaan, dan nilai-nilai patriotisme,” terangnya.
Prof. Irfan menambahkan, mengenang jasa pahlawan juga berarti tidak menyebarkan hoaks atau hal-hal negatif yang justru merusak semangat bangsa.


