Selain sebagai konselor, Roy aktif berdakwah sebagai khotib di berbagai masjid, narasumber program MNC Muslim, pengisi majelis taklim, serta praktisi ekonomi syariah. Ia juga mengelola unit usaha travel haji-umroh dan yayasan sosial-keagamaan. Semasa pandemi, ia merintis usaha ‘Buya Coffee’.
“Karir saya dimulai sebagai ‘host penerbangan haji’ sejak 2009. Alhamdulillah saya menguasai empat bahasa. Saya paham rasanya merintis dari nol dan jadi newcomer, termasuk dalam merambah dunia musik ini. Info lengkap karir dan aktifitas saya dapat mengakses InstaGram @romly165,” pungkas suami dari Ekaristi Pratiwi dan ayah dari tiga anak itu.
Bois Famous Maker selaku pemerhati musik Indonesia menilai langkah Roy ini sebagai terobosan. “Belum ada konselor yang merilis single anthem filantropi di blantika musik Indonesia dengan segmen usia purna. Ini warna baru yang dibutuhkan,” tegasnya.


