Ia menegaskan, kejadian ini harus menjadi momentum perbaikan bagi seluruh pihak, termasuk operator perkeretaapian seperti PT Kereta Api Indonesia, guna memperkuat sistem keselamatan dan informasi di lapangan.
Dalam insiden tersebut, Kereta Api Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi menabrak KRL Commuter Line lintas Kampung Bandan–Cikarang di Stasiun Bekasi Timur.
Akibat kecelakaan itu, sebanyak 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka. Para korban dirawat di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.[*]


