JAKARTA,TERMINALNEWS.CO — Industri perfilman Indonesia mendapat angin segar. Badan Perfilman Indonesia (BPI) dan Kementerian Ekonomi Kreatif sepakat memperkuat kolaborasi strategis guna membangun ekosistem film nasional yang lebih sehat, kompetitif, dan berdaya saing global.
Kesepakatan tersebut mengemuka dalam audiensi antara BPI dan Menteri Ekonomi Kreatif di Jakarta, Selasa (16/6/2026). Pertemuan ini menjadi titik awal sinergi yang lebih erat antara pelaku industri film dan pemerintah dalam mendukung implementasi Rencana Induk Ekonomi Kreatif.
Dalam pertemuan itu, pemerintah menegaskan bahwa sektor film menjadi salah satu prioritas utama pembangunan ekonomi kreatif nasional. Film ditempatkan dalam bidang Media, yang bersama sektor Budaya, Desain, serta Digital dan Teknologi menjadi pilar penggerak ekonomi kreatif Indonesia.
Sejalan dengan target RPJMN 2025–2029, pemerintah menargetkan peningkatan kontribusi ekonomi kreatif melalui pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), ekspor, investasi, hingga penciptaan lapangan kerja. Salah satu fokus utama adalah penguatan komersialisasi kekayaan intelektual (IP) agar karya-karya film Indonesia mampu bersaing di pasar internasional.
Pemerintah bahkan menargetkan investasi sektor film mencapai Rp2,15 triliun. Untuk mendukung pencapaian tersebut, tengah disiapkan berbagai skema insentif bagi subsektor Film, Game, dan Aplikasi yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan tinggi.
Tak hanya berbicara soal investasi, pertemuan juga membahas sejumlah tantangan yang selama ini membayangi industri perfilman nasional. Salah satunya adalah persoalan pembajakan yang masih menjadi ancaman serius.


