Bagi Nirina, memerankan Ristiana menjadi pengalaman yang mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan. Ia mengaku karakter tersebut membuat dirinya lebih tenang dalam menjalani keseharian.
“Dulu kalau ngomong berapi-api. Setelah memerankan Ibu Ristiana, seperti ada pertanyaan dalam diri, buat apa buru-buru? Santai saja,” kata Nirina.
Film ini juga menghadirkan Refal Hady sebagai Tama, anak sulung yang memikul tanggung jawab keluarga. Karakternya menggambarkan dilema yang kerap dihadapi banyak orang dewasa saat harus menyeimbangkan kehidupan pribadi, pekerjaan, dan kewajiban merawat orang tua.
Menurut Refal, kisah dalam film ini terasa sangat dekat dengan realitas masyarakat saat ini. Sosok ibu yang selama bertahun-tahun berjuang membesarkan anak-anaknya, pada akhirnya justru menghadapi ketidakpastian di masa tua ketika anak-anak telah memiliki kehidupan masing-masing.
“Ini menjadi refleksi bagi saya, apalagi Mama sudah tidak ada. Saya jadi makin rindu almarhumah Mama. Sosok ibu tidak pernah tergantikan,” ujarnya.
Respons penonton terhadap film ini pun terbilang positif. Dalam rangkaian Gala Premiere Jangan Buang Ibu Keliling Indonesia yang berlangsung di 20 kota sejak akhir Mei hingga Juni 2026, sejumlah pemutaran dilaporkan dipenuhi penonton. Banyak di antara mereka yang mengaku teringat kepada orang tua, bahkan tak sedikit yang meninggalkan studio bioskop dengan mata berkaca-kaca.
Dibintangi Nirina Zubir, Refal Hady, Amanda Manopo, Erika Carlina, Dwi Sasono, Saskia Chadwick, Fadly Faisal, Basmalah Gralind, Saputra Kori, serta sejumlah aktor muda lainnya, Jangan Buang Ibu hadir sebagai drama keluarga yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengingatkan bahwa kasih seorang ibu adalah hal yang tak pernah dapat diukur maupun tergantikan.


