Sebagai advokat, Yovie kini melihat hukum bukan hanya alat menegakkan kebenaran, tetapi juga ruang untuk memperbaiki manusia. Setiap perkara yang datang bukan hanya persoalan pasal, tapi kisah kehidupan.
“Dan saya percaya, tugas seorang advokat sejati bukan hanya memenangkan kasus, tetapi membangun keadilan yang memulihkan. Dari pengalaman pribadi, saya mengerti bahwa keadilan sejati sering kali lahir dari pengampunan dan keberanian untuk berubah. Saya ingin menjadi bagian dari hukum yang menegakkan nurani bukan sekadar teks, tapi juga empati,” papar Yovie.
Kini Yovie mengaku memulai babak baru membangun kembali reputasi dengan cara yang bersih dan bermartabat.
“Saya mendirikan Kantor Hukum H. Yovie & Rekan bukan sekadar tempat praktik hukum, tapi wadah pembelajaran moral bagi generasi muda hukum. Kami ingin menjadi kantor hukum yang menanamkan nilai: bahwa kesalahan masa lalu tidak harus mematikan masa depan, selama ada niat tulus untuk memperbaikinya,” ujar Yovie.
Yovie mengaku tetap berjalan meski pernah jatuh.
“Saya tahu, stigma tidak hilang dalam semalam. Tapi saya percaya, waktu dan ketulusan akan berbicara lebih keras daripada penilaian orang. Bagi rekan-rekan di dunia hukum, izinkan saya berbagi pesan sederhana ‘Kita tidak akan pernah tahu seberapa kuat hukum bekerja, sampai hukum itu menyentuh hidup kita sendiri’. Saya berdiri hari ini bukan untuk menolak kenyataan, tapi untuk menyambut kesempatan baru, kesempatan untuk berbuat lebih baik, membangun kembali, dan membuktikan bahwa keadilan tidak hanya bisa dijatuhkan, tapi juga bisa ditegakkan kembali dari dalam diri,” urai Yovie.


