Laporan wartawan Terminalnews.co/Farhan Hernawan
BANDUNG, TERMINALNEWS.CO – Advokat dan Konsultan Hukum, H. Yovie Megananda Santosa, S.H., M.Si., mengatakan bahwa ada masa dalam hidup di mana seseorang tidak diukur dari seberapa tinggi ia pernah berdiri, tetapi dari seberapa kuat ia bangkit ketika segalanya runtuh.
“Bagi saya, hukum bukan sekadar profesi, ia adalah cermin kehidupan. Di dalamnya ada keadilan, tanggung jawab, dan juga pengampunan. Sebagai manusia, saya pernah berada di titik paling rendah dalam perjalanan hidup saya. Bukan karena saya kehilangan jabatan, tapi karena saya kehilangan kepercayaan publik yang dulu menjadi napas dalam setiap langkah saya,” ungkap Yovie Megananda Santosa.
Namun waktu diakuinya mengajarkan sesuatu yang tidak pernah diajarkan bangku kuliah hukum, bahwa kebenaran dan kehormatan tidak selalu datang dari kemenangan di pengadilan, tapi dari kesungguhan memperbaiki diri setelah semua selesai.
“Menerima, Memahami, dan Melangkah Kembali Dunia hukum adalah dunia yang keras, ia menuntut ketegasan, tapi juga menuntut hati. Saya belajar untuk menerima kenyataan, memahami maknanya, lalu melangkah kembali dengan kepala tegak dan hati yang lebih lembut,” jelasnya.
Yovie mengaku tidak lagi berfokus pada apa yang telah hilang, tapi pada apa yang bisa ditanamnya.
“Saya mulai membangun kembali kepercayaan bukan lewat kata, tapi lewat karya dan pelayanan hukum yang sungguh-sungguh. Hari-hari saya kini diisi bukan dengan pembelaan diri, melainkan dengan pengabdian, mendampingi, mendengar, dan memperjuangkan hak orang lain agar tidak mengalami ketidakadilan yang sama,” katanya.


