BANDUNG,TERMINALNEWS.CO — Dunia Islam Indonesia kembali kehilangan salah satu ulama terkemuka. Prof. Dr. K.H. Maman Abdurahman, M.A., Ketua Majelis Penasihat Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) serta Ketua Umum PP Persis periode 2010–2015, wafat pada Minggu (21/6/2026) di Bandung setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung.
Kepergian ulama kelahiran Ciamis, Jawa Barat, 7 Agustus 1948 itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kalangan akademisi, organisasi Islam, hingga jajaran Kementerian Agama. Almarhum juga dikenal sebagai ayahanda dari Prof. Dr. Hilman Latief.
Direktur Jaminan Produk Halal Kementerian Agama, M. Fuad Nasar, mengenang K.H. Maman Abdurahman sebagai sosok ulama sekaligus pendidik yang teguh menjaga nilai-nilai agama melalui keteladanan dalam perkataan dan tindakan. Ia juga mengutip pandangan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, yang menyebut almarhum sebagai pribadi yang luwes dalam berkomunikasi dan mampu menjalin hubungan baik dengan berbagai kalangan.
“Sikap terbuka itulah yang menjadikan beliau dihormati banyak pihak,” ujar Fuad.
Semasa hidupnya, K.H. Maman Abdurahman pernah mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Bagi Kementerian Agama, sosoknya merupakan mitra strategis dalam membimbing dan memajukan kehidupan umat beragama di Indonesia.
Fuad juga mengingat kembali pesan almarhum terkait pentingnya kejujuran dalam produk halal. Sekitar tahun 2015, tidak lama setelah disahkannya Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, K.H. Maman mengingatkan umat Islam agar menjauhi makanan yang syubhat, terlebih yang jelas keharamannya.


