Kemenag Perkuat Pelindungan Anak di Ruang Digital melalui Tiga Pilar Utama.

Pilar kedua adalah cinta kemanusiaan. Nasaruddin menegaskan bahwa agama harus hadir untuk menjaga harkat dan martabat manusia. Segala bentuk kekerasan, termasuk perundungan digital dan kekerasan seksual, dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Adapun pilar ketiga diwujudkan melalui Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Program ini dirancang untuk menanamkan kesadaran kepada peserta didik agar mampu menghargai diri sendiri, menghormati orang lain, serta berani menolak dan melawan berbagai bentuk kekerasan.

Melalui KBC, peserta didik dibekali pemahaman mengenai batas tubuh yang harus dihormati, pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental, kemampuan melapor, hingga keberanian mencari pertolongan ketika menghadapi ancaman eksploitasi atau pelecehan di ruang digital.

Baca Juga :   Polri “Menabuh Genderang Perang” Melawan Judol, Narkoba dan Korupsi

“Kalau kita menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta ini, saya sangat yakin anak-anak akan terlindungi dari kekerasan. Karena kekerasan itu lawannya adalah cinta,” kata Nasaruddin.

Ia menambahkan bahwa dimensi cinta kepada diri sendiri dalam KBC mengajarkan anak untuk mengenali nilai dan kehormatan dirinya, sekaligus berani menolak segala tindakan yang berpotensi merugikan atau merendahkan martabatnya.

Sementara itu, dimensi cinta kepada sesama manusia diarahkan untuk menumbuhkan empati, menghargai kesetaraan, membangun hubungan yang sehat tanpa intimidasi dan diskriminasi, serta mendorong keberanian menjadi saksi maupun pendamping bagi korban kekerasan.

Menag juga menyoroti masih kuatnya relasi kuasa di masyarakat yang kerap membuat korban takut melapor karena khawatir menghadapi tekanan, stigma, atau menjadi korban untuk kedua kalinya. Karena itu, pelindungan anak membutuhkan keberanian kolektif dari seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga :   Mudik Bareng Pertamina 2026 Dibuka 3 Maret, Gratis ke 15 Kota di Jawa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Royalti Sudah Dibagi, Transparansi Masih Diuji: LMKN Salurkan Dana UPA ke LMK CNS Sebesar Rp47 Juta

JAKARTA,TERMINALNEWS.CO — Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) bersama Lembaga...

Putra Tri Ramadani Ukir Sejarah, Raih Emas Nomor Lead di World Climbing Series Praha 2026

JAKARTA, TERMINALNEWS.CO — Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di...

Indonesia Borong 3 Emas dan 1 Perak di Astana 2026 World Boccia Cup

JAKARTA, TERMINALNEWS.CO — Tim Boccia Indonesia kembali menorehkan prestasi...

Royalti yang Tak Kunjung Tiba: Ketika Musik Menghidupi Industri, Tapi Penciptanya Masih Menunggu

JAKARTA,TERMINALNEWS.CO -| Setiap hari jutaan lagu diputar di Indonesia,mengalun...